Unboxing Part 2: Sociolla

Hi! It’s been a while!

Hari ini aku mau cerita unboxing tentang barang yang aku purchase di Sociolla. Sebenernya udah lama aku tahu website itu. Tapi baru sekarang belanjanya. Jadi ceritanya aku ngerasa kulitku kering banget, sampe keliatan flaky gitu yaampun. Akhirnya aku memutuskan untuk beli Body Butter, since lotion couldn’t help.

Selain kulit tubuh, yang kering banget juga itu bibir aku sampai ngelupas :(. Emang pada dasarnya kulitku kering semua kecuali wajah, sih. Huhu. Aku juga sambil nyari-nyari lip balm deh.

Belanja di Sociolla enak. Websitenya chic dan simple. Pengkategoriannya juga spesifik jadi barang yang kamu mau bisa langsung ditemukan. Akhirnya aku memutuskan untuk beli The Body Shop Honey Mania Body Butter dan Sebamed Lip Defense.

Proses pengirimannya cepat pula. Aku purchase hari Senin dan hari Jumat sudah sampai. Bisa pilih opsi pembayaran COD juga. So, the convenience is all yours!


Kotaknya juga sama kayak websitenya, simple and chic, but pretty. Karena barang yang aku beli cuma dua, jadi kotaknya kecil.


Produk di dalamnya dilapisi bubble wrap juga. So, no worries produknya bakal tumpah atau hancur.

Tadaa!


Itu aja, deh. Seperti biasa, aku akan review kedua produk itu. Let’s see how those babies work for me!

Overall, aku recommend banget sih belanja di sini. It’s good to have your beauty fix ready quickly, kalau lagi malas ke luar rumah, hehe. See ya~

Advertisements

Unboxing Part 1: Althea

image

Haai! Long time no see banget nggak, sih? Setelah sekian lama nggak nulis blog, gue mau bikin post yang agak beda dari sebelum-sebelumnya. Akhir-akhir ini gue emang lagi obsessed sama K-Beauty. Maklum, sudah besar. Hobi gue berubah dari nonton MV Korea ke tutorial make up dan skin care routine-nya beauty vloggers di Youtube. Asyik, loh. Gue juga jadi suka bacain review produk yang mereka rekomendasikan.

Sampai akhirnya, seorang user dari ask.fm memperkenalkan gue dengan id.althea.co.kr. Apaan tuh? Kok domainnya “kr”? Yup, itu adalah website belanja K-Beauty asli Korea. Althea ini udah lama banget booming di Malaysia, Singapore, dan Filipina. Baru masuk Indonesia April 2016 kemarin. Seneng banget ih, explore websitenya. Banyak banget produk terkenal dan yang terpenting harganya jauh lebih murah daripada di olshop lain apalagi di konter! So yeah, without further ado, gue segera order skin care starter pack. Ngeri banget kalap hahaha secara semuanya bagus-bagus!

Oh iya, sistem pembayaran di Althea ini beragam banget, loh. Bisa pakai kartu kredit, bank transfer, Doko Wallet, sampai bayar tunai di Gerai Alfa. Jadi, buat kamu-kamu para pelajar yang belum punya kartu ATM atau malas transfer, bisa banget dateng ke Alfamart terdekat dan bilang ke mas/ mbaknya, “Mau bayar Doku Merchant”. Jangan bilang Althea ya, karena Almartnya kerjasamanya sama Doku Merchant.

Setelah transfer, nggak usah kirim bukti pembayaran lagi, tuh. Udah langsung pake kode pembayaran jadi ada notifikasinya. Gue dapat email kalau pembayaran sudah diterima dan barang siap di proses. Yang super bikin kaget, paketnya kan dikirim langsung dari Korea, tebak berapa lama sampai rumah gue? Tepat tujuh hari! Juara banget deh. Udah gitu bisa ditrack paketnya udah sampe mana aja.

image

Paketnya lucu banget. Plastiknya warna shocking pink. Kotaknya juga aman dan walaupun agak penyok benda di dalamnya tetap utuh.

image

Di dalamnya setiap produk dikasih bubble wrap juga. Bener-bener secure.

image

Mau tau gue beli apa aja? Hahaha.

image

Cukup banyak ya. Ada:

  1. Skinfood Premium Tomato Whitening Sleeping Pack
  2. Skinfood Rice Wash Off Mask
  3. Innisfree Red Beet Toning Skincare-Set (Cleanser, Skin, Lotion)
  4. Etude House Dear Darling Tint #8 Grapefruit Red
  5. Innisfree No-Sebum Mineral Powder

Gimana? Sebenernya pengen beli lebih banyak namun apa daya dana terbatas hahahah. Gue bakal coba semuanya dan akan menulis review untuk tiap produk. Meskipun gue bukan beauty blogger, gue akan coba buat review sebagus mungkin. So, tunggu yeah.

Menyongsong Kegabutan

Haloo

Udah lumayan lama ternyata gue nggak nulis post di sini. Sebentar lagi gue bakal naik kelas XII, a.k.a akhir pendidikan dasar formal, a.k.a puncak rantai makanan. Kalau dipikir-pikir nggak terasa juga. Gue bikin blog ini dari akhir kelas IX, post pertamanya tentang daftar ke MHT. Sekarang udah mau lulus aja.

Naik kelas, berarti turun kamar. Setidaknya begitu buat beberapa teman gue. Tapi gue dapat kamar di lantai yang sama, 201. Kamarnya lumayanlah, apalagi roommate baru gue memang teman-teman terdekat gue, jadi tenang deh pas kelas XII nanti.

Masalah pindahan udah beres,sih. Cuma kamar baru gue itu belum bisa ditempatin, soalnya panas banget. AC-nya mati pula. Jadilah tinggal gue dan kedua roommate gue tersisa di barisan kamar kelas XI, yang lainnya udah pada pindah huh.

Oh iya, gue nulis post ini bukan karena tiba-tiba dapat inspirasi atau ingin berbagi sesuatu. Simply karena gue super duper gabut. Jadi hari ini tuh hari ketiga Soulcrave, acara lomba-lomba semacam Classmeeting ala MHT. Tapi entah karena bertepatan sama puasa jadi kegiatannya lowong gitu. Lomba-lombanya banyak jedanya dan nggak terasa hype-nya. Di satu sisi bagus sih, karena gue pasti mager. Tapi di sisi yang lain gue bosen parah. Contohnya hari ini, gue bangun jam 9 karena dengar bel sekolah yang entah kenapa masih bunyi. Terus main HP. Terus tidur-tiduran. Terus main ke kamar teman. Terus keluar asrama dan jalan-jalan gaje tanpa tujuan. Untung sepi.

Sempat kepikiran mau pulang. Tapi di rumah juga sama aja. Paling ada TV. Pengen jalan-jalan banget, nih. Siapapun please ajak gue kemanapun. Mau mulai ngambis tapi lemes gara-gara puasa. Itu alasan aja sih, haha.

Maaf ya, atas post kali ini yang nggak penting banget. Sekarang masih jam 11.45. Long time until buka puasa. Selamat gabut! You’ll miss it when you’re in Senior year!

Losing My Phone vs Getting a New One

Di suatu siang yang terik, setelah baru aja mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar, Bali, gue menuju Pantai Nusa Dua untuk kemudian lanjut naik perahu ke Tanjung Benoa. Cuaca hari itu panas menyengat. Untung outfit gue udah sesuai, celana jogger dan kemeja tipis, jadi lumayan membantu mendinginkan diri.

Setelah sampai, bli-bli (read: abang-abang) di sana langsung nyambut rombongan gue dan nawarin berbagai paket olahraga air yang harganya masyaallah. Ada banana boat, parasailing, sampe sea walker yang menggoda banget. Tapi ya gue emang nggak nyiapin dana dan waktu buat itu, jadi diikhlaskan saja (?). Yang termurah itu banana boat, seharga 400 ribu rupiah untuk permainan selama 15 menit.

After put my sunglass on, gue ngeluarin sandal dari tas. Abis sayang kan, masa ke pantai pake flat shoes. Jongkoklah gue untuk mengambil sepatu dan memasukannya ke plastik. Perahu yang akan membawa gue ke tempat peternakan  penyu dan teman-temannya udah dateng. Gue gulung celana buat naik ke perahunya. Perahunya lumayan bagus, sih. Ada dua row kayak angkot gitu. Di tengahnya ada lantai kaca bening, jadi bisa ngeliat terumbu karang dan ikan-ikan. Disediain roti juga buat ngasih makan ikan.

Baru aja gue menikmati angin laut, gue tiba-tiba keinget hape gue. Tadi gue taruh di kantong celana, kan. Pas gue raba-raba, ternyata nggak ada. Periksa tas juga nggak ada. Anjir, paniklah gue. Lapor ke ibu gue, dia juga panik. Akhirnya abang-abang perahunya mau balik lagi ke tempat asal. Feeling gue sih jatuhnya pas gue lagi naik ke perahu. Secara kantung celana gue cetek banget. Bodohnya diriku.

Dicari di sekitar tempat mangkal perahu, nggak ada. Di tempat gue ganti sandal, nggak ada juga. Gue langsung lemes. Bener-bener nggak ada harapan lagi. Hapenya udah dua tahun sih, tapi masih mulus dan enak banget dipakenya. Mana gue baru beli pulsa dan ngisi paket pagi itu juga. Case baru gue juga masih seminggu umurnya. Hiks.

Perjalanan pun dilanjutkan. Di perahu itu gue merenung. Mana bisa gue menikmati liburan? Belum sampe dua jam landing, udah dapet musibah karena ketololan gue. Gue masih nggak percaya hape gue bisa hilang. Udah sering gue kelupaan taruh di mana tapi selalu balik lagi dan lagi. Ketika itu bener-bener hilang, gue nggak bereaksi apapun kecuali diam dan berpikir. Rasanya pengen nyilet-nyilet tangan sendiri saking pengennya gue balik ke menit-menit terakhir karena kejadiannya super singkat.

Di sisa hari itu gue jadi banyak diam. Emang pendiem sih. Perasaan gue udah lumayan membaik waktu nonton Tari Kecak di Uluwatu. Pas nyampe hotel, tiba-tiba gue nangis aja gitu. Gue jadi inget perjuangan gue mendapatkan hape itu. Halah. Itu hape “bener” pertama gue. Sebelumnya hape qwerty ala-ala doang. Gue nabung udah lumayan lama. Rasa laper karena ngejatah budget makan siang dan pegel-pegel karena lebih memilih jalan kaki daripada naik ojek waktu SMP kayaknya masih terasa. Should you leave this early, My Love?

Di airport waktu mau pulang ke Jakarta, hati gue nelangsa banget. Gini aja, nih? Gue bakal ninggalin hape gue di pulau lain? Gue check in sambil nangis. Masuk pesawat gue masih nangis. Biar nggak tengsin, gue tidur aja.

Sampe Jakarta gue dijemput bokap gue. Dia udah tau hape gue hilang dan responnya jauh lebih wolay dari gue. Malah ngeledekin jangan-jangan gue sengaja ngilangin biar ganti hape baru. Huh, yakali. Gue masih cinta sama Samsung Galaxy S4 gue. Gue jadi kepikiran juga, sih. Palingan ganti hapenya yang biasa soalnya belum nabung sama sekali.

Hari Selasa, gue kembali masuk sekolah. Pulangnya dijemput bokap gue lagi. Gue lebih suka duduk di belakang, kan, terus tiba-tiba dia bilang, “Awas, jangan duduk sembarangan, ada barang.” Tadinya gue nggak nyadar. Ada seonggok tas kain berwarna hitam. Tulisannya iBox. Udah geer aja, nih. For real? Secepat itu digantinya?!

Ternyata benar, saudara-saudara huahahahaha. iPhone 5S Silver. Di iBox Kota Kasablanka lagi diskon katanya, Beda 1,1 juta dari harga yang gue tanya di Bali. Tapi belum ada nomornya. Gue masih usahaain nomor yang lama, soalnya udah banyak banget kontaknya dan gue nggak mau ganti ID Line yang udah pas banget, yaitu nama gue sendiri tanpa tambahan huruf atau angka. Biar kesannya official gitu.

Gue sangat bersyukur dengan hape baru itu. Tapi keseharian dan alam bawah sadar gue belum paham sepenuhnya kalo Si S4 udah nggak ada. Masih aja kepikiran soal file-file dan catatan gue di memonya. Diambil secara paksa pas lagi sayang-sayangnya memang nggak enak. Gue harus melupakan dia, dan mulai mencoba mencintai Si 5S.

From SEVENTEEN, with LOVE

Waktu malam penutupan Class Meeting 2015, biasanya kan ada apres, ya. Nah, angkatan 5 itu buat apresnya seangkatan. Yang cewek ada yang cover Like Ooh Ah-nya Twice. Yang cowok pada cover Mansae-nya Seventeen. Pas mereka mau tampil temen-temen gue langsung pada heboh siap fangirling gitu kan. Tapi gue biasa aja. Gue tau Seventeen. In fact, gue udah suka sejak 2012, dari mereka belum debut.

Pas mereka tampil itu semua pada nyanyi. Nah, gue nggak tau sama sekali lagunya. Pas denger judulnya, gue malah inget Daehan, Minguk, Mansenya Song Ilkook. Tapi seru juga, sih penampilannya. Pake ada teasernya segala. Dan mereka tampilnya itu keren banget, loh! Gue sampe bingung mereka kapan latihannya.

Setelah penampilan mereka itu, di rumah gue nonton MV Mansae yang asli. Langsunglah pikiran gue dibanjiri kenangan. Halah. Gue ngeliat lagi Hansol, Wonwoo, Seokmin, Mingyu. AAA. Rasanya kayak ngeliat temen lama. Padahal mereka bukan siapa-siapa gue.

Jadi, Pledis Entertainment, manajemen Seventeen ini, udah bikin acara tentang kegiatan mereka saat masih trainee gitu. Dulu gue suka banget nontonnya. Taunya sih dari temen-temen SMP gue. Kita sibuk milih bias waktu itu. Dan gue menjatuhkan pilihan pada seorang Jeon Wonwoo. Entah kenapa liatnya kawaii aja, sih.

Oh iya, kita punya fanbase, loh! Kita mikirnya kan Seventeen belum banyak yang kenal, jadi pengen bikin yang pertama gitu di Indonesia, yang akhirnya failed karena ternyata udah ada HAHA. Gue jadi Admin Woo. Awalnya gue pengen pake nama yang ada Hansol-Hansolnya gitu, karena gue jadi suka banget sama dia. Maaf ya Wonwoo, kamu aku selingkuhin. Fanbasenya itu bikin picspam, info, factsama live report kalo ada acara.

Acaranya kalo dipikir-pikir biasa banget. Anak-anak itu latihan dance sama nyanyi di ruangan berlantai kayu bercat hijau dan kadang ada kacanya, haha. Mereka ya latihan aja terus kita nontonin. Seventeen udah banyak mengalami bongkar pasang member, nih. Dari kedatangan Jisoo sampai kehilangan Samuel. Waktu Samuel udah nggak ada di acara lagi gue sama temen gue sedih banget asli. Dia member paling muda. Kelahiran tahun 2002 coba. Karena kemudaan juga katanya mamanya belum ngizinin dia.

Acaranya rutin, tuh, diadainnya. Terus ada live chat sesama penonton juga. Jadi lucu, deh, fangirl-fangirl dari seluruh dunia (mostly Asia, sih) berinteraksi di situ. Yang paling seru, ada sesi live chat sama membernya. Jadi, anggota Seventeen ini mengambil alih twitter Pledis Seventeen, dan mereka akan membalas langsung mention dari para penggemar. Uh, denger itu gue langsung semangat banget. Gue jadi mau buru-buru pulang sekolah rasanya. Akhirnya gue dan temen-temen gue main ke rumah salah satu temen dan langsung buka twitter di sana.

Seperti bisa diduga, pada kesempatan pertama kita belum berhasil hahaha. Padahal usahanya udah maksimal banget, huh. Udah nyepam banyak banget pake banyak akun. Tentunya dengan bantuan Google Translate tercinta. Setelah yang pertama itu, mereka ngadain lagi di hari-hari berikutnya. Akhirnya temen gue ada yang dibales! Dibalesnya sama Junhui yang mana bukan member favorit dia, tapi tetep seneng juga, sih. Dibalesnya juga gaje banget cuma ‘Korean, Korean, Korean, fighting!’.

TAPI SEKARANG JUNHUI GANTENG OMG. Ngeliat penampilan mereka, ugh, keren banget banget banget! Banyak yang ganti stage name juga jadi awalnya gue agak bingung. Seungcheol jadi S.COUPS, Seokmin jadi Deokyeom atau DK (yang ini sumpah gaje banget), Hansol pake nama tengahnya alias Vernon. Tapi Wonwoo enggak, dong.

Junhui dengan stage name Jun, tampil beda banget. Dulu tuh dia rambutnya panjang gitu. Agak-agak mirip Heechul. Ya sekarang juga masih mirip sih. Tapi rambutnya itu plays a big role. Waktu rambutnya panjang dia kayak kokoh-kokoh jualan pulsa. Apalagi dulu sukanya pake jeans hitam sama kaus oblong. Sekarang DUH. Rambutnya dibikin ala-ala prince gitu, jadi ganteng banget. Pokoknya nggak rela kalo rambutnya harus ganti lagi.

Tapi Wonwoo masih jadi main bias gue, kok. Entah kenapa, kalo ngeliat dia bawaannya sayang (?). Mukanya lovable banget. Suaranya juga AAA.

Bumped into Seventeen (for the second time), membuat gue jadi mengingat masa-masa kelas 8 dulu. Kalo dipikir-pikir, kelas 8 itu gabut parah. Sampe sempet-sempetnya buat fanbase. Dan pertemanan gue di SMP itu terbaik pas kelas 8. Karena heboh dan sangat Korea. Duh, gue jadi kangen berat, nih. Sukses terus ya, admin-adminku. Meskipun @PLEDIS17IND udah nggak aktif lagi, semoga jiwa fangirl kalian masih tetap ada LOL.

Huru-Hara TOCSIX

“Express your element, create your own magic.”

Yak, begitulah tagline event paling keren abad ini, Thamrin Olympiad and Cup VI a.k.a TOCSIX! Meskipun TOC baru aja berakhir, hype nya masih berasa banget. Gue jadi pengen ceritain gimana keseruannya wkwk.

Di TOC ini, gue berada di bidang Liaison Officer atau disingkat LO. Kerjanya itu nyari peserta. Tahun lalu gue udah jadi LO, tadinya sih gue nggak pengen lagi. Capek tau. Kerjanya H-. Setiap hari dikejar-kejar target. Gabisa tidur tenang. Tadinya gue ditawarin Acara Short Movie sama Closing, tapi gue jadi nggak enak sama Dhea dia nangis-nangis narikin orang buat jadi LO hehe.

Di LO ini, gue megang lomba Saman buat SMA. Gue kira gampang-gampang aja nih nyari pesertanya soalnya setiap sekolah mayoritas punya ekskul saman, kan. Oh well gue salah banget! Awal broadcast TOC disebar emang banyak yang nanya-nanya gue. Terus pas gue follow up, “maaf kak, kita gajadi ikut.” Kan nyebelin?!

Parahnya lagi, sampe Januari 2016, peserta gue masih nol alias belum ada yang bayar sama sekali! Gue panik, woy! Sementara Drama udah over kuota, gue masih kering. Akhirnya peserta pertama gue datang melalui malaikat bernama Acha dari SMAN 38 Jakarta. Sumpah. Seneng banget. Setelah itu barulah peserta-peserta mulai membayar. Sampai hari H gue berhasil mendapatkan 21 tim saman. Walaupun ada 1 yang nggak jadi ikut (tapi udah bayar dong) dan 1 yang telat dateng jadi diblack list (so sorry).

Pas tanggal 25 Februari, gue capek maksimal. Step counter di HP gue menunjukkan angka 13.000 haha. Kurus deh gue. Gue bolak-balik lantai tiga-audit-bunderan-parkiran sambil megang HT. Ada tim yang lama banget dandannya. Ada tim yang telat karena kejebak banjir. Akhirnya harus ngatur rundown lagi. Pusing banget.

Setelah pengumuman pemenang gue merasa legaaa banget. Beban di kepala gue seakan terangkat gitu. No more pusing-pusing karena diPHPin peserta. No more rapat. Finally gue bisa ngambis lagi hehehe.

Lomba di TOC ditutup dengan final futsal antara SMAN 51 Jakarta melawan SMAN 1 Cikarang Utara dan dimenangkan oleh SMAN 51. Sayang banget. Padahal gue dukung 1 Cikarang soalnya ada pemain nomor 7 yang cakep. #eh

TOC boleh selesai, tapi masih ada closing dong! Closing kali ini dinubuatkan bakalan seru banget! Secara guest starnya aja JKT48! Ditambah Vierratale sama DJ Putri Danizar. Tiketnya murah banget lagi. Presalenya cuma 35 ribu yaampun lo ke teater aja udah 50 ribu kan?! Mangkanya ayo dateng dan ramein!

Nih, gue sekalian nyebar BC nya ya! See you at 12 March 2016!

COME AND JOIN!

The closing ceremony of
Thamrin Olympiad and Cup VI!
🎶🎹🎻🎸🎤🎺🎷

With our special Guest Stars:
👉 JKT 48
👉 Vierratale
👉 Putri Danizar

Featuring:
👉 High gain
👉 Diva
👉 Zoea

And special mc by “YOURS MC”

📆DATE:
March 12th, 2016

🏤LOCATION:
SMANU M.H. Thamrin
Jl. Bambu Wulung, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
PRESALE: 35k
OTS: 40k
VIP: 200k

Cp:
Nadia
📲 0878 88190590
(Line) nkdiaa
Rahma
📲 085714915670
(Line) rahmamelanie
Sista
📲 081280977558
(Line) prasista.a.k

More infos:
❓Ask.fm: Thamrinolymcup
🐤Twitter: @ThamrinOlymCup1455970479323

Midnight Ramblings

Hai~

Gue mulai nulis post ini jam 22.40. Selama liburan ini jam biologis gue kacau. Tidur jam 1 lewat, bangun jam 12 siang. Mau balikin ke normal susah lagi.

Sebenernya nggak ada tema khusus sih di tulisan ini. Cuma ingin berkontemplasi karena lusa gue balik asrama HAHAHA. Agak-agak sedih gimana gitu. Liburan sebulan udah pewe banget di rumah. Belom lagi kamar baru gue yang abis pindahan ala kadarnya, masih chaotic banget. Gue gak tau mau mulai ngerapiin dari mana. Huft.

Tapi tetep harus semangat, ya. Apalagi gue bakal punya adik kelas. Dalam kepercayaan gue: Life gets better when you have juniors. Rasanya sebagai refreshing aja gitu ngeliat dedek-dedek yang masih polos menantikan kehidupan super kejam di MHT.

Masa-masa liburan ini gue jadi lebih berpikir tentang kuliah. Ceilah. Karena momennya pas pengumuman SBMPTN dan ujian-ujian mandiri. Gue seneng ngeliat kakak-kakak kelas gue pada dapet univ yang keren dan mereka cita-citakan. Oh iya, kakaknya temen gue berhasil dapet FKUI. Dari awal masuk SMA dia udah ngincer itu. Tapi sayangnya dia belum berhasil di SNMPTN. Dia belajar gila-gilaan. Katanya, PTN atau mati. Dia bilang kalo nggak dapet UI atau Unair dia mau ngulang tahun depan dan Alhamdulillah dapet. Rasanya seneng banget seseorang berhasil meraih impiannya yang diidam-idamkan dari dulu.

Gue juga pengen FKUI. Mungkin alasan gue nggak sekeren orang-orang yang bercita-cita mengabdi pada Nusa dan Bangsa, menjadi seven star doctor tanpa pamrih. Malah kesannya gue agak materialistis. Gue pengen menjadi tenaga medis profesional yang diupah secara profesional pula. Entah niat gue bener apa enggak begini. Tapi gue sambil ngelatih kepekaan dan kepedulian terhadap sesama, kok. I won’t be ‘this’ person yang egois lagi. I’m working on it.

Gue suka ngeliat kakak-kakak kelas (or random people on ask.fm) pap hasil ujian mereka. Gue jadi ngebayangin kalo itu gue. Gue coba buka situs pengumumannya dan masukkin nomor peserta dan tanggal lahir orang yang keterima FKUI (HEHEHE). Gue berharap tulisan yang sama bisa gue liat dua tahun lagi.

Tapi gue jadi sering takut begini. Seumur hidup kalo dipikir-pikir gue nggak pernah ngalamin kegagalan yang cukup besar, yang signifikan sama hidup gue selanjutnya. Gue takut gagal. Apalagi orangtua gue udah merestui cita-cita gue dari yang tadinya mengarahkan gue ke Teknik. Sumpah, orangtua itu ketakutan terbesar gue. Gue takut ngecewain mereka. Gue nggak mau ngulang. Gue pengen mereka dengan bangga menjawab ketika ada yang nanya anaknya kuliah di mana (ini salah sih, but still kalo ini bisa membawa senyum ke wajah ortu gue?).

Emang masih dua tahun lagi. Mungkin lo berpikir, “Lebay amat lo, masih lama juga.” Iya sih, tapi time flies. Dan ini FKUI, Bung! Fakultas nomor satu di universitas terbaik di Indonesia. Peminat Open House-nya aja membludak. Gue perhatiin kakak kelas gue yang keterima pernah ikut OSP Biologi. Doain ya gue jadi mewakili sekolah gue dalam perjalanan OSN 2016. Syukur-syukur bisa ke Palembang tahun depan. Gue emang nggak jenius seperti banyak temen gue. Tapi gue sadari gue orang yang cukup bertekad kalo udah punya keinginan.

Maaf ya jadi curhat gini huehehe. Semoga kita semua diberi kemudahan dalam menimba ilmu dan mewujudkan cita, juga memberikan manfaat ke orang banyak. Amin.

NMGBC 2015: Feel the Beat

Haloo

Hari ini gue pengen cerita tentang lomba yang diadakan FKUI tanggal 8-10 Mei 2015 lalu. National Medical and General Biology Competition atau biasa disingkat NMGBC. Tahun ini temanya Cardio dengan slogan feel the beat.

Awalnya gue dapet info ini dari grup angkatan. Terus gue daftar sendiri aja. Pikir gue paling banyak, nih, yang ikut. Tahun lalu aja banyak banget. Taunya seangkatan cuma berdua. Gue sama Fatimah doang. Kelas 11 sih ada Kak Aby. Kelas 11 banyak yang nggak ikut karena lagi ada ujian Cambridge.

Gue daftar lombanya dari awal Maret. Udah bayar, terus lupa aja tuh, sampe seminggu sebelum lomba. Sempet ragu juga sih. Pengen batalin aja gitu. Iseng banget kayaknya lomba berdua doang. Tapi berhubung sayang udah bayar 200 ribu, ya sudahlah ikut aja. Walau tanpa persiapan apapun. Gue nggak belajar sama sekali karena pas liat silabusnya, gils banyak banget. Nggak bakal kekejar semua. Jadi ya udah ikut buat nambah pengalaman aja. Apalagi setelah lomba katanya ada tur keliling FKUI. Lumayan.

Waktu tanggal 8 atau hari Jumat, gue nggak bisa dateng karena masih sekolah. Kata kakak LO nya juga nggak papa sih nggak dateng karena cuma pembukaan dan technical meeting. Oh iya, ada satu panitia dari FKUI yang jadi LO buat sekitar 12 orang. Waktu itu gue kelompok B4 dengan LO Kak Anne.

Akhirnya tibalah hari Sabtu, gue keluar MHT jam 06.45 masuk gerbang UI pas 07.00. Cepet banget. Depok lagi lancar hehe. Setelah masuk, kita nyari-nyari gedung Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK). Gedung itu gedung buat fakultas ilmu-ilmu kesehatan kayak kedokteran, keperawatan, gizi, farmasi, dan lainnya. Sebelumnya FK emabg di Salemba tapi awal 2013 pindah ke Depok. Jadi, masa pre-klinik selama 3-3,5 tahun dijalani di sini.

Gedung RIK ini kesannya modern. Terdiri dari empat lantai dan ada tanaman-tanaman gantungnya. Pas baru dateng gue sama Fatimah amazed gitu hahaha. Kita masuk terus naik ke lantai 3. Di situ tempat pendaftaran ulang dan pembagian kartu peserta.

Di kartu peserta ada username sama password Scele. Pas awal denger gue kira ada hubungannya sama skeleton LOL. Ternyata Scele itu website anak UI buat ngerjain tugas online. Jadi lombanya kita pake komputer gitu, bukan LJK.

Waktu nyari-nyari kelompok, gue ketemu kakak LO yang ganteng banget. Lebih ganteng dari Siwon. Trust me. Gue sampe bengong liatnya. Kebetulan aja gue tanya dia kelompoknya Kak Anne dimana. Tapi sampe sekarang gue nggak tau namanya siapa. Plus dia FKUI angkatan berapa 😦

Gue dapet kelompok B, berarti gue lomba di kloter kedua, jam 10.00 – 12.00. Sebelumnya kita dikasih tontonan KKD (Kemampuan Klinik Dasar) gitu. Kakak moderatornya ramah banget. Dan materinya sangat berbobot. Kayaknya gue belajar jauh lebih banyak di situ ketimbang di kelas.

Jam 10.00 kita jalan bareng-bareng ke tempat ujian. Di depan pintunya di kasih nomor komputernya gitu. Yang ngasih nomor Kak Eldest, kakak MHT03. Dia nyapa gue terus semangatin gue.

Soalnya ada 120. Benar +4, tidak diisi 0, salah -1. Soalnya nggak horor banget sih. Level OSK deh. Gue isi 90 an doang daripada nilainya minus. Gue nggak berharap sama sekali sama hasilnya.

Setelah ngerjain soal, kita istirahat makan dan salat. Jam satu, kita mulai turnya. Kirain gue tuh turnya cuma keliling-keliling ruangan gitu. Ternyata nggak. Pertama kita masuk ke ruangan kayak ruang praktek dokter gitu. Kita belajar tentang EKG. Gimana cara masangnya ke badan, sama penjelasan sedikit tentang grafiknya.

Terus kita ke tempat penyimpanan-penyimpanan organ. Organnya asli, loh. Ditaruh di wadah kaca berisi air. Ada organ yang sehat sama yang kena penyakit-penyakit. Ada jantung, ginjal, usus, paru-paru, dan lain-lain. Kakak yang jelasinnya semangat banget dan keliatan banget pinternya.

Setelah itu, kita jalan menyusuri danau sampe ke perpustakaan. Di sepanjang jalan itu, gue banyak nanya ke Kak Anne tentang cara masuknya. Dia FKUI Int jadi masuknya lewat Simak. Dulunya dia SMA di Binus terus bimbel di GO. Tapi kata dia banyak temen-temennya yang bimbel di BTA.

Dari perpus, kita naik Bikun alias Bis Kuning. Barulah kita keliling UI secara keseluruhan. Luasnya sekitar 300 hektar. Terus kita turun di RIK lagi. Penutupan, terus pulang deh.

Nah, agenda besoknya itu pengumuman siapa yang lolos ke semifinal dan langsung lomba lagi. Secara gue nggak belajar sama sekali, ya nggak mungkinlah gue masuk. Jadi hari Minggu itu gue nggak ke sana lagi.

Sekitar jam 9, Kak Eldest ngeLine gue. Katanya gue lolos. Gue terdiam sebentar. Gue nggak tau mau ngomong apa. Dari segitu banyak peserta ternyata gue bisa masuk 60 besar. Mulai merasa menyesalah gue. Tapi gue kan belum belajar, sementara semifinalnya itu praktikum. Ya daripada malu-maluin, mendingan gue nggak ikut, kan?

Ya sudah. Akhirnya rangkaian acara NMGBC 2015 selesai dan Kelvin Suriyaputra dari SMAK 3 dinobatkan sebagai juara pertama. You don’t say banget. Gold medalist IBO, woy! Hebatnya Kak Aby juara dua! Keren banget! Semoga dia dan Haryo bisa bawa pulang medali OSN atas nama Biologi setelah sekian tahun puasa.

Yakin Mau Masuk MHT?

PPDB SMANU M.H. Thamrin sudah dibukaa! Nggak nyangka yang daftar jauh lebih banyak dari tahun gue kemarin. Harusnya sih tanggal 3 Maret udah ditutup. Tapi karena suatu hal, pendaftarannya diperpanjang. Nah, buat yang udah lolos seleksi berkas, bersiaplah menghadapi tes TPA yang super sekali HAHAHA. Ya kali aja ada di antara kalian yang baca post ini. Hehehe… Gue mau kasih beberapa tips. Nggak dijamin juga sih kalian bakal lolos secara yang diambil cuma 80 orang. Tapi hal-hal di bawah ini yang gue pelajarin dari tes kemarin and I’ll definitely do this kalo gue tau sesusah apa soalnya.

Jadi, soal Tes Potensi Akademik itu ada 4 pelajaran, Matematika, Fisika, Biologi, dan Bahasa Inggris. Tahun kemarin tesnya dimulai dari pukul 8 pagi sampe pukul 3 sore. Capek banget ya? Huft…

Untuk matematika, waspadalah, soalnya JAUH beda dari soal-soal UN. Apalagi UAS atau UTS. Waktu tes gue bingung ini soal apaan. Tapi setelah masuk dan ketemu lagi soal-soal macam begitu, gue jadi tau ini tuh banyak ngambil dari soal Singapore Mathematics Olympiad yang kategori Junior. Lo nggak butuh rumus buat ngerjain itu semua. Tapi kemampuan matematika dasar lo yang bakal diuji. Yang niat, coba deh cari soalnya di Google. Terus pelajarin selama masih ada waktu.

Buat fisika, sebenernya nggak terlalu bikin pusing. Susah sih, tapi masih bisa dicari jawabannya. Masih materi SMP, kok. Tapi, minta aja sama guru les atau di sekolah soal-soal fisika SMP yang lebih menantang hehe. Yah, macam soal MGMP gitulah.

Nah, biologi ini. Soalnya ada 50. Dan materinya yang pasti asing banget bagi kalian, DNA! Wuhuu! Jujur aja gue blank sama sekali ngerjain bio. Gue nggak habis pikir, tes masuk SMA soalnya kelas 12? Tapi kalo lo mau, pelajarin Substansi Genetika, Sintesis Protein, Reproduksi Sel, dan Fenotipe Rekombinan. Semuanya ada di buku kelas 12.

Kalo bahasa inggris, biasa sih soalnya. Ada grammar macem-macem, vocab, sama reading. Menurut gue ini tes tergampang diantara keempat pelajaran itu. Cuma ya harus teliti. Text nya panjang, terus vocabnya juga banyak yang asing jadi banyak-banyak baca text berbahasa inggris dari sekarang.

Oke deh. Segitu aja. Semoga membantu ya. Yang jelas, faktor luck berpengaruh juga sih, hehehe. You need tons of luck. Banyak berdoa. Kalau memang jalan lo di MHT, dia nggak bakal kemana-mana kok 😀

Zenius, The Real Revolutioner

Hai!
Disini siapa sih yang belum tau website kece bernama Zenius.net? Kalo lo belum tau, mending langsung buka deh sekarang. Dan siap-siap tercengang. Dan siap-siaplah berpikir dengan menggunakan otak yang “baru”.

Kenapa gue bisa bilang begini? Karena gue sendiri “korbannya”. Pertama-tama, gue ceritain dulu deh awal perkenalan gue sama Zenius.

Jadi, waktu gue kelas 8, gue lagi naksir sama kakak kelas gue. Gue jadi sering banget ngestalk Twitter doi. Nah, suatu saat dia nge-RT tweet dari akun @zeniuseducation. Penasaran, langsung gue buka websitenya. Ternyata Zenius itu tempat belajar online. Gue coba video trialnya. Eh, ternyata enak dan jelas banget. Langsung deh gue daftar. Tapi gue baru jadi premium member pas kelas 9.

Dari situ, gue makin sering buka Zenius. Zenius udah kayak makanan sehari-hari gue. Dan jelaslah, nilai try out gue selalu berada di peringkat atas karena Zenius punya metode belajar yang asyik banget. Doi nggak bakal nyuruh-nyuruh lo ngafalin tipe soal. Karena kalo soalnya dibolak-balik dikit bingung deh lo. Justru dia menekankan ke konsep. Yang mana kalo konsep lo udah kuat, ditambah latihan-latihan soal yang terarah, dijamin, UN doang sih lewat.

Sekarang, karena gue sekolah di SMANU M. H. Thamrin yang pengajarannya astaga-ngebut-bener, gue makin sering belajar di Zenius. Karena gue bisa ngulang-ngulang materi yang belum gue ngerti. Waktunya terserah elo. Mau videonya diulang ratusan kali juga nggak masalah.

Di Zenius, lo bakal kenalan sama tutor-tutor kece. Mereka ini, selain emang suaranya merdu dan good looking (ehem), juga dewa-dewa abis. Mereka lulusan dari universitas-universitas terbaik di Indonesia dan punya passion mengajar yang tinggi. Mereka juga mengajar sesuai dengan ciri khas Zenius, concept is the key! Pokoknya mereka bakal bikin lo lupa waktu belajar saking asyiknya. Nah, keren nggak tuh?

Dan nggak cuma itu. Lo bolehlah jago di pelajaran, nilai Matematika lo 9, tapi buta sama isu-isu dunia? No way! Zenius bukan cuma itu. Dia juga bakal ngerubah paradigma berpikir lo, juga menjadikan lo lebih kritis. Zenius punya blog yang sering banget gue buka buat ngecek ada artikel baru apa enggak.

Di blog itu, Zenius bakal mengupas film dari segi sains (misalnya interstellar), kilas balik sejarah Indonesia dan dunia (kayak peristiwa 30 September), mengulas masalah-masalah sosial (senioritas, dll), dan masih banyak lainnya yang bakal definitely blow your mind.
Jadi, elo-elo yang belom jadi member di Zenius.net, mending daftar sekarang deh. Karena keuntungannya beyond your expectation. Dan jangan lupa pantengin selalu blog Zenius karena artikelnya nggak pernah mengecewakan.

See ya~