Bangkok Day 3

Hello again, guyss! Jangan bosen-bosen ya dengerin cerita gue 🤣

Saat ini seperti biasa, gue menulis mengetik di atas tempat tidur hostel. Temen-temen sekamar gue entah anak baik-baik atau gimana, udah pada anteng dong di bed masing-masing. Yasudahlah, gue bersyukur juga sih soalnya mereka nggak berisik dan kalau tidur lampunya dimatiin #penting.

Anyway, ini hari terakhir gue jalan-jalan di Bangkok. Besok gue harus pulang dengan Malaysia Airlines jam 11 siang. Hari ini gue berencana pergi ke Ananta Samakhom Thorne Hall, Jim Thompson’s House, MBK, sama ngiter-ngiter daerah Sukhumvit.

Gue bangun udah jam 9. Setelah mandi dan siap-siap gue langsung cus jalan. Gue naik BTS sampai Victory Monument. Di petunjuk yang gue baca dari situ tinggal naik bus aja salah satunya bus nomor 28 yang akan melewati Ananta Samakhom. Waktu gue naik busnya, gue langsung duduk di sebelah bapak-bapak bule yang lagi baca buku gitu. Pikir gue kalau gue nggak tau jalannya dia bisa kasih tau kalau udah sampai tempat yang gue maksud.

Setelah bus berjalan, ada ibu-ibu yang nagih tiketnya. Seperti biasa gue tanya dong, “How much?”. Eh dia nggak ngerti. Dia nanya ke anak muda di belakang gue. Si anak muda ini nanya gue mau turun di mana. Gue jawab Ananta Samakhom. Eh si ibu nggak tau masa. Ya udah gue bilang aja “To the next stop”.

Si bapak-bapak di sebelah gue tiba-tiba nyodorin hapenya dan bukain Google Maps buat gue. Sambil berterima kasih akhirnya gue tahu kalau lokasinya nggak terlalu jauh. Dia nanya apa gue orang India. Ya kali, Pak. Gue bilang aja gue dari Indonesia. Dia cerita gitu akhirnya tentang dia. Dia mau ke suatu universitas yang letaknya lumayan jauh, mau ngelamar jadi pengajar katanya. Gue lupa nanya dia biasa ngajar apa. Katanya dia udah pernah ngajar di China juga. Dia udah tinggal di Thailand lumayan lama dan ada issues gitu sama istrinya (ini pun diceritain). Pas gue mau turun sekali lagi gue bilang makasih dan goodluck buat wawancaranya.

Gue turun di depan loket masuk Dusit Zoo. Dari Google Maps, gue tahu kalau Ananta Samakhom tinggal 10 menit jalan kaki. Gue pun berjalan mengitari kebun binatang itu. Kawasan itu agak aneh menurut gue. Daerahnya sepi dan kendaraan cuma sedikit yang berlalu-lalang. Sepi, banyak pohon dan taman-taman asri gitu. Bukan Bangkok banget, hehe.

41AD8E0D-CD0B-4F20-8314-68F58DEF92B4.jpeg

Setelah sampai di lokasi, kok bangunannya ditutupi asbes-asbes gitu (nggak tau ini namanya apa tapi yang kayak di tempat-tempat konstruksi itu loh). Gue pun curiga. Pas gue google ternyata Anantha Samakhom direnovasi sejak tanggal 1 Oktober 2017. Gue pikir, masa sih tiga bulan belum selesai juga? Dengan kecewa gue jalan lagi kali aja ada pintu masuk. Dan tetap nggak ada. Cuma ada penjaga yang lagi berganti shift gitu. Gue pun ketemu turis lain yang cuma bisa foto-foto dari luar.

DB12AFE9-BD1D-404B-9FE1-F48FE87C7D4F.jpeg

Biarpun dari luar, istana ini bagus luar biasa. Arsitekturnya beda dengan istana-istana di Thailand yang lain. Tentunya gue nggak bisa jelasin lebih lanjut karena gue cuma lihat dari luar pagarnya. Gue lumayan terhibur dengan pemandangan di depan mata gue yang indah dan asri.

Setelah puas foto-foto seadanya, gue memutuskan untuk cari halte bus karena kayaknya di daerah itu nggak ada bus yang lewat. Gue jalan terus aja. Eh makin lama makin nggak jelas. Gue nggak tau gue di mana. Belakangan gue sadar kalau ini tuh daerah militer gitu. Gimana ada bus yang lewat. Di mana-mana gue temui petugas bersenjata. Langsung aja gue keluarkan senjata milik gue, Google Maps. Di situ tertera kalau stasiun Victory Monument jaraknya 3 kilometer lagi. Ya sudah, gue pasrah jalan kaki dengan pertimbangan daripada naik bus dan kesasar lagi dan ngabisin duit.

Untungnya, hari itu panasnya nggak terlalu menyengat. Jadi lumayan deh jalan kaki setengah jam nggak sambil panas-panasan. Setelah dua puluh menit jalan gue liat tukang ojeg sih. Tapi gue nggak ngerti gimana cara ngomongnya. Dan takut kena scam juga. Jadinya jalan terus deh. Eh 6 menit sebelum destinasi, gue ketemu stasiun BTS lagi, yaitu Phaya Thai. Sambil bersyukur dengan hati riang gue menaiki tangga-tangganya. Gue pun melanjutkan perjalanan ke National Stadium, tempat Jim Thompson’s House dan MBK Center berada.

Letak Jim Thompson’s House nggak terlalu jauh dari stasiun. Tinggal jalan dikit masuk gang sampai deh. Kesan pertama yang gue liat dari luar aja udah asri banget. Pas gue masuk, gue disambut pegawainya yang ramah-ramah banget. Mereka terus-terusan ngomong “Swadeekhap” (?) yang sampai sekarang gue nggak tahu ngomong yang benernya gimana. Setelah bayar tiket masuk seharga 100 Baht, gue dimasukkan ke dalam kelompok untuk kemudian diberi guide berbahasa Inggris yang bakal menjelaskan sejarah Jim Thompson ini. Nggak usah gue jelasin lah ya. Kalian dateng aja ke sini. Recommended kok apalagi setelah jalan kaki berkilo-kilo. 🙂

Dari sana, gue langsung menuju MBK. Tempatnya sangat mudah di cari dan super deket dari Jim Thompson’s. Gue bingung masuk mall segede itu. Langsung aja gue ambil Directory dari pusat informasi. Pas liat-liat bagian makanan, gue nemu After You Dessert Cafe, tempat yang mau gue kunjungin. Langsung aja gue ke sana.

Gue pesen Shibuya Honey Toast yang baby portion seharga 175 Baht. Please pesen yang baby portion aja karena porsinya udah gede banget! Ini enak banget sih parah. Roti bakar disiram sirup maple (tuang sendiri) disajikan sama dua scoop es krim sama krim kocok. Mantap lah.

BAE4E3F2-548B-422F-94D2-AF5FFE366A9D.jpeg

Biarpun udah kenyang, gue masih mau makan yang asin-asin. Gue memberi jeda dengan beli oleh-oleh di Tops Supermarket dulu. Yang gue beli biasa aja sih, kayak mangga kering, mie tom yum, cumi kering, dan sebagainya. Lanjut, gue cari-cari tempat makan lagi. Sampailah gue ke Yana Restaurant di lantai 5. Yang punya kayaknya orang Arab atau India gitu. Restorannya hanya menyajikan menu halal. Lagi-lagi gue pesen Pad Thai saking doyannya. Dan porsi yang dateng luar biasa banyak banget :’). Gue pun nggak bisa menghabiskannya.

8A6E5783-0AD7-41FA-BD8A-878AC5ECA53B.jpeg

Gue pulang dengan perut kekenyangan dan kaki pegel. Rencana keliling Sukhumvit pun batal. Gue langsung pulang ke hostel dan tidur-tiduran aja sampai sekarang, hehe.

Besok akhirnya gue pulang! Gue betah sih, di sini. Macetnya masih biasa aja menurut gue yang udah terbiasa sama macetnya Jakarta. Transportasi utama yaitu Bangkok Skytrain reliable banget dan super nyaman. Gue pengen deh Jakarta punya BTS kayak Bangkok. Hostel yang gue tempatin juga enak. Udah berasa pulang kampus aja gue tiap sore dari stasiun menuju hostel.

Okay, sampai sini dulu, ya. Gue harus tidur biar bisa bangun pagi. See you tomorrow, J-Town!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s