OIC Season 4

Morning, happy people!

Dua hari yang lalu, gue bersama 17 temen gue berangkat ke Institut Bisnis Nusantara untuk shooting Olimpiade Indonesia Cerdas RTV! Yang ikut lombanya cuma tiga orang. Terus 15 orangnya ngapain? Jadi suporter! Sebenernya ini udah kali kedua gue jadi suporter OIC. Tapi yang pertama gue lupa cerita di blog dan udah agak lupa, hehe. Makanya gue janji kalau gue jadi suporter lagi, gue harus tulis pengalaman gue di sini. Kebetulan, yang kedua ini jauh lebih seru!

Kita dapet jadwal sesi kedua, mulainya sore. Tapi belum tahu tuh jam berapa. Kita berangkat jam 2 dari sekolah. Sampai di sana belum jam 3. Ternyata sesi pertama juga belum selesai, mereka lagi break gitu. Langsung waswas, mau mulai jam berapa kita?

Waktu menunggu kita dihabiskan sambil nonton yang lagi on air di TV luar. Ada SMA dari Malang, Tangerang, dan satu lagi lupa. Lawan kita sendiri itu dari SMA Kesatuan Bangsa di Jawa Tengah sama SMAN 6 Palembang. Jauh-jauh banget, ya.


Akhirnya kita masuk studio jam 5 sore. Itupun masih lama banget mulainya. Anak-anak KesBang masuk dengan seragam merah ala Pasiad yang hits banget. Cowok semua suporternya. Lumayan menyegarkan mata gue nih ahaha. Mata gue yang awas tentu sudah menotice mana yang layak dinotice. #apasih
Mulai shooting udah mendekati jam enam. Rencananya kita shoot 1,5 scene dulu, break Magrib, baru lanjut shooting sampai waktu yang tidak ditentukan.

Babak pertama Cepat Tepat. MHT ngerebut banyak poin di situ dan berhak menentukan alur pertandingan selanjutnya. Setelah itu ada babak apa ya, semacam tebak gambar gitu. MHT pilih kategori negara dan berhasil ngumpulin 40 point. Salah satu aja sebenernya, tapi kehilangan kesempatan dapetin bonus 20 point.

Tim KesBang berhasil meraup full score 70 point! Dari situlah gue baru tahu betapa dewanya mereka. Mereka yang main ada medalis Kimia, medalis Geografi, juga medalis Astronomi DAN Ekonomi. I repeat. Astronomi DAN Ekonomi. Yang main itu cuma bertiga, loh. Tapi medalinya ada empat. Dari pelajaran yang berbeda pula. Suporternya aja ada yang medalis Fisika. Di situ gue merasa ngeri.

Sempat kasihan juga sama tim Palembang. Mereka ke Jakarta cuma sama guru pembimbingnya, no suporter. Akhirnya mereka di suport sama suporter bayaran mas-mas sama mbak-mbak yang udah tua gitu omaygat.

Oh iya, kita berhasil meraup semua kesempatan dapat uang di situ! Dari Ice Breaking 1 & 2, juga menjuarai suporter terheboh. Yayyy akhirnyaa!


Babak terakhir, seperti biasa, Kotak Katik. Nggak cuma pesertanya, suporternya juga harus all out di sini. Untungnya urat malu udah putus semua. Di babak ini cukup mengejutkan ternyata. Sebelumnya kita selalu mengandalkan babak ini buat dapetin poin penutup sebanyak-banyaknya, buat sweet victory gitu. Tapi kemarin kita kewalahan banget. Entah kurang beruntung milih kotak atau kurang strategi.

Shooting selesai pukul 9.30 malam dan MHT berhasil lolos ke semifinal nasional! Tinggal dua langkah lagi untuk merebut uang 50 juta rupiah. Di tahap selanjutnya harus berjuang banget, nih, soalnya pesertanya sekolah kelas berat semua! Walaupun lolos, kita kalah cukup banyak poin dari Kesatuan Bangsa. Ini harusnya jadi alarming bahwa lawan-lawan kedepannya nggak akan mudah.

All in all, hari itu berjalan seru banget walaupun capeknya setengah mati. Pulangnya kita drive thru di McD pakai uang hasil suporter terheboh. Soo happy!

Good luck, yaa untuk Avy, Haryo, dan Rofian yang akan berjuang Senin depan! All prayers goes to you, guys! Semoga bisa mengangkat nama MHT dan jadi sejajar sama sekolah-sekolah hebat lainnya. We’re waiting for good news!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s